Onlain bookmaker bet365.com - the best bokie

SEJARAH HABBATUS SAUDA

 

habbatussaudah

Habbatus sauda diyakini berasal dari daerah Mediterania. Kemudian selama bertahun-tahun tersebar luas ke seluruh Afrika utara, Asia timur, dan Eropa selatan. Dalam beberapa dekade terakhir, Habbatus sauda sudah menyebar hingga ke Eropa Timur dan Amerika Utara. Tanaman ini dibudidayakan di seluruh dunia untuk tujuan obat dan kuliner. Habbatus sauda sensitif terhadap iklim dan kondisi tanah tertentu sehingga mampu tumbuh dengan subur di seluruh kawasan Timur Tengah dan semenanjung Mediterania yang meliputi India, Bangladesh, Mesir, Sudan, Turki, Irak, Iran, dan Pakistan.

Pada abad pertengahan, Habbatus sauda sering digunakan untuk bumbu roti dan kue, dan digunakan di seluruh Eropa selama berabad-abad untuk taburan makanan panggang yang dikombinasikan dengan jinten atau ketumbar.

Selama lebih dari 3000 tahun, orang telah menggunakan Habbatus sauda untuk menyembuhkan banyak penyakit dan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Penggunaan paling awal dari Habbatus sauda Hitam dapat ditelusuri kebelakang hingga ke zaman bangsa Asyur di Mesir kuno. Orang Asyur menyebut Habbatus sauda dengan "tin tir" dan memakannya untuk menyembuhkan masalah pencernaan. Mereka juga digunakan untuk menggunakannya sebagai obat luar untuk perawatan mata, hidung, mulut, dan radang kulit seperti ruam, gigitan, dan luka.

sejarah-habbatus-saudaSejarah penggunaan Habbatus sauda dapat ditemukan di banyak literatur dan telah digunakan selama ribuan tahun untuk tujuan medis dan sebagai ramuan kuliner. Pada 6000 SM, Habbatus sauda sudah digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional masyarakat Mesir kuno. Dalam masyarakat Mesir, orang terbiasa menggunakan minyak Habbatus sauda secara eksternal untuk menyehatkan kulit. Habbatus sauda juga digunakan secara luas untuk membantu pencernaan. Minyak Habbatus sauda adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Mesir kuno. Orang Mesir tahu dan menggunakan Habbatus sauda serta menggambarkannya sebagai "panacea" (obat untuk segala macam penyakit). Tabib pribadi Fir'aun menggunakan Habbatus sauda untuk mengantisipasi masalah pencernaan, flu, sakit kepala, sakit gigi dan infeksi. Habbatus sauda juga ditemukan di makam Tut-ankh-amun oleh para arkeolog. Meskipun perannya secara tepat dalam budaya Mesir tidak diketahui, tetapi diketahui bahwa material yang dimakamkan dengan para Firaun dipilih secara cermat dan dianggap mampu membantunya di kehidupan akhirat.

Pada 69 SM, ada catatan penggunaan Habbatus sauda sebagai bahan perawatan kecantikan wajah dan tubuh. Habbatus sauda disukai oleh Cleopatra. Dia merawat tubuhnya dengan minyak Habbatus sauda dan menggunakannya juga sebagai bahan ramuan untuk lulur mandi (Dr Hermann Ehmann, 2000).

Hippocrates (abad ke-5 SM) menganggap Habbatus sauda sebagai obat yang sangat bermanfaat mengatasi gangguan hati dan pencernaan. Pada abad pertama, tanaman herbal ini digunakan secara luas oleh Pliny sang penatua dalam bukunya “Naturalis Historia” (Sejarah Alam) yang menyebut Habbatus sauda sebagai “Git”. Daftar khasiatnya meliputi pengobatan gigitan ular dan kalajengking, kalosit, tumor, abses. , dan ruam kulit. Kemudian khasiatnya melawan pilek dan radang di daerah kepala juga direkomendasikan (yang mana ditulis hampir tidak berubah dalam ensiklopedi besar Jerman tentang tanaman obat dari abad 16 ke 18) . Selanjutnya Habbatus sauda juga digunakan oleh dokter Yunani Dioscoredes, yang mendeskripsikan tanaman tersebut dengan jelas dengan nama melanthion dalam buku farmakologi 5 volume “De Materia Medica” yang digunakan sebagai referensi penyembuhan penyakit secara herbal selama Abad Pertengahan, ia menggunakan Habbatus sauda untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi dan usus, serta parasit. Habbatus sauda juga digunakan sebagai diuretik untuk mengatasi masalah selama menstruasi dan meningkatkan produksi ASI. Dioscoredes ingin memberi pengaruh kepada ahli homeopathy di zaman modern.

Sebuah buku Herbal dari zaman Assyria menjelaskan Habbatus sauda sebagai obat internal untuk masalah perut dan obat luar untuk mata, telinga, mulut dan banyak masalah kulit lain, misalnya gatal, ruam, luka, dan herpes.

sejarah-habbatus-saudaReferensi tertulis penggunaan Habbatus sauda juga ditemukan dalam kitab Yesaya dalam Perjanjian Lama : "Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya? . Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat".(Yesaya 28: 25,27 NKJV). Easton s Bible Dictionary menjelaskan bahwa kata Ibrani untuk jinten hitam, "ketsah," mengacu secara jelas kepada Nigella sativa (habbatus sauda).

al-biruniAl-Biruni (973-1048 M), menyebutkan bahwa habbatus sauda adalah sejenis biji-bijian yang disebut alwanak dalam dialek Sigzi. Suhar Bakht pun membenarkan pernyataan ini, ia menjelaskan bahwa habbatus sauda sebagai habb-i Sajzi (yaitu biji-bijian Sigzi). Referensi ini, yang menyebutkan habbatus sauda sebagai "biji-bijian" menunjukkan kemungkinan penggunaannya sebagai sumber nutrisi selama abad kesepuluh dan kesebelas.

Filsuf dan ilmuwan Islam, Ibn Sina atau Avicenna (980-1037 M), memberikan banyak pujian pada sifat penyembuhan dari Habbatus sauda. Mahakarya medisnya adalah "Qanun fi ath-tibb" (The Canon of Medicine), yang merupakan pencapaian besar dalam sejarah pengobatan manusia dan menjadi buku dengan volume terbesar yang pernah ditulis oleh satu orang, buku ini adalah ensiklopedia medis yang terbagi dalam lima bagian yang sangat terkenal di dunia dan telah berkali-kali diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di Eropa. Ibn Sina memuji khasiat pencegahan dan restorasi Habbatus sauda. Dalam tulisannya dia menyatakan bahwa Habbatus sauda menstimulasi energi tubuh dan membantu memulihkan dari rasa lelah atau lesu. Ibnu Sina juga merekomendasikan Habbatus sauda sebagai obat untuk demam, sakit kepala, sakit gigi, dan flu; sebagai zat penenang untuk gangguan kulit, luka dan iritasi eksternal; dan sebagai anti-jamur dan vermicide terhadap parasit dan cacing.

Habbatus sauda juga termasuk dalam daftar obat yang ada di Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi) :“Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus sauda, karena didalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit, kecuali saam. Sedangkan saam artinya kematian.” Referensi kenabian yang menggambarkan Habbatus sauda sebagai "kesembuhan dari setiap penyakit" pada awalnya mungkin dianggap terlalu dilebih-lebihkan oleh beberapa kalangan masyarakat termasuk oleh masyarakat barat. Tetapi, penelitian terbaru telah memberikan bukti yang menunjukkan bahwa Habbatus sauda mempunyai khasiat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia secara signifikan - jika konsumsi secara teratur dan dengan dosis yang tepat.

Di Asia, Habbatus sauda menyebar hingga ke India di mana ia digunakan secara medis untuk mengobati penyakit pencernaan dan disfungsi gastrointestinal. Obat ini juga dianggap sebagai pendukung metabolik. Pencegahan penyakit dan resep umur panjang menggunakan Habbatus sauda karena kemampuannya untuk menyembuhkan gangguan saraf, anoreksia, dan masalah ginekologi. Habbatus sauda juga digunakan untuk meningkatkan suasana hati, merangsang metabolisme, dan memberikan manfaat harmonisasi pada tubuh secara keseluruhan. Pengobatan Ayurveda adalah praktik medis yang umum di masyarakat India yang secara harfiah berarti ilmu kehidupan. Pengobatan ini mengutamakan pendekatan untuk kesehatan yang didasarkan pada menciptakan dan memelihara keseimbangan energi dan sistem biologis di dalam tubuh.

Selama lima dekade terakhir, ada ratusan analisis tentang Habbatus sauda. Beberapa perusahaan farmasi di Eropa dan Amerika mengolah Habbatus sauda dengan sistem cold press dan dikemas dalam bentuk soft gel sehingga kualitasnya dapat terjaga dengan baik. Pada tahun 1990-an, permintaan untuk Habbatus sauda sebagai suplemen makanan di beberapa negara bagian Amerika Serikat dan Jerman meningkat tajam (Dr.Hermann Ehmann, 2000). Penelitian ilmiah telah memberikan bukti yang menunjukkan bahwa Habbatus sauda memiliki kemampuan yang nyata untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Официален блог на WebEKM EKM очаквайте сайта онлайн скоро.

Download Free Templates http://bigtheme.net/ free full Wordpress, Joomla, Mgento - premium themes.

Website ini hanya bersifat informasinal dan tidak dimaksudkan mendiagnosis,
merawat, atau mencegah penyakit atau kondisi medis apapun. Sebelum
menggunkan bahan-bahan untuk pengobatan alami, disarankan untuk
untuk berkonsultasi dengan petugas medis profesional berlisensi.

Copyright © 2017 thibbun-nabawi.com

Powered by Warp Theme Framework
SEJARAH HABBATUS SAUDA