Onlain bookmaker bet365.com - the best bokie

KLASIFIKASI MADU

 

Ada banyak varietas madu di dunia. Mereka dibedakan berdasarkan sumber botaninya saja, akan tetapi asal wilayahnya juga. Sebagai contoh, madu akadia yang dipanen di Dobrudzha tidak sama persis dengan jenis madu yang sama yang di panen di wilayah Frankfurt atau di wilayah Utah, AS.

Secara garis besar, Madu di kategorikan kedalam dua kelompok besar - madu serangga dan madu nektar. berdasarkan nektar bunganya madu dibagi lagi kedalam dua kelompok yaitu monofloral dan polyfloral.

Madu Serangga

madu-serangga

Selain mengambil madu dari nektar bunga, lebah madu juga mengambil madu serangga. Madu serangga atau embun madu merupakan cairan lengket kaya gula hasil dari proses sekresi kutu daun dan serangga sisik ketika mereka memakan getah tumbuhan. Madu serangga berwarna coklat tua, dengan rasa lebih kuat, kurang asam dan kurang manis dibanding madu nektar.

Cairan madu serangga ini lebih mudah menguap, sehingga lebah madu biasanya mengambilnya pada pagi atau siang hari. Karena Lebah madu memperlakukan substansi ini sama dengan nektar, umumnya akan tercampur dengan nektar dari bunga pada proses pembentukan. Sehingga madu serangga ini sulit dirasakan pada produk akhir madu.

Madu yang secara eksklusif diproduksi dari madu serangga dikenal dengan madu honeydew, madu hutan, madu kutu, atau madu pohon. Terkadang madu ini dinamakan berdasarkan komponen utamanya, misal madu pinus, madu cemara, madu oak, dan sebagainya.

Anehnya, madu jenis ini tidak terlalu baik bagi lebah madu sebagai cadangan makanan dimusim dingin karena tingginya kandungan ash pada madu serangga, penyebab utama disentri pada lebah madu. Biasanya petani madu akan mengambil madu ini dari sarang lebah sebelum tiba musim dingin. 

Jumlah kandungan madu serangga dalam madu tergantung dari jenis tanaman sekitar sarang lebah, musim, dan cuaca sekitar. Jika jumlah tanaman sumber nektar bunga banyak, jumlah kandungan madu serangga tidak akan signifikan. Meskipun demikian, madu honeydew ini sangat umum di beberapa wilayah, seperti Black forest, Jerman dan beberapa wilayah di Bulgaria. Di Yunani, Madu pinus menyumbang 60-65 % dari produksi total tahunan. Seperti madu nektar, madu honeydew bervariasi berdasarkan sumbernya. Rasa, warna, rasa manis, konsistensi, kandungan nutrisi, dan kecenderungan penggumpalan bergantung pada jenis tanaman dan serangga yang memproduksinya.

Tumbuhan yang memproduksi getah yang selanjutnya akan dihisap serangga umumnya berjenis pohon-pohonan, seperti pohon ash, basswood, kayu beech, cedar, pohon kastanye, pohon elm, pohon cemara, pohon hickory, larch, mapel, oak, poplar, spruce, sycamore, willow dan masih banyak jenis pohon lainnya. Sedangkan jenis bunga termasuk alfalfa, bunga kapas, kismis, anggur, gooseberry, dan bunga matahari

Madu Nektar

made-nektar

Umumnya madu dikelompokkan berdasarkan nektar bunga. Nekktar madu bisa berasal dari jenis bunga tertentu atau bersalah dari nektar yang berbeda-beda (blended). Pollen madu bisa digunakan untuk melacak sumber nektar dan juga dari daerah mana madu itu berasal. Sifat Reologi dan Melissopalynology pada madu bisa digunakan untuk mengidentifikasi sumber nektar bunga pembentuk madu.

Secara teori, madu monofloral adalah madu yang diproduksi dari satu jenis nektar bunga saja (seperti yang ditunjukkan dari awalan nama "mono"), seperti misalnya bunga matahari, akadia, lavender, dan lain lain. Tetapi pada praktiknya hal itu sangatlah sulit. Tidak mungkin ditemukan madu monofloral alami. Lebah madu tidak dibatasi atau diinstuksikan untuk hanya mengambil salah satu jenis nektar bunga tertentu. Artinya, madu monofloral mengandung nektar bunga dari berbagai jenis tanaman dengan salah satu jenis nektar bunga yang dominan. Madu monofloral dengan tingkat kemurnian 100% hanya bisa diproduksi jika koloni madu diisolasi di suatu wilayah yang hanya ditumbuhi satu jenis tanaman bunga. 

Analisis mikroskopis pada pollen madu merupakan cara yang paling tepat untuk mengetahui asal nektar bunga dan asal wilayah madu tersebut dibuat. Metode ini diwajibkan dalam proses pengklasifikasian madu di Uni Eropa.

Agar bisa diklasifikasikan sebagai madu monofloral, kandungan pollen dari jenis bunga tertentu tidak boleh kurang dari 45% dari total pollen pada madu. sebagai contoh jika madu tersebut dikategorikan madu bunga matahari, maka kandungan pollen bunga matahari tidak boleh kurang dari 45% dari jumlah total pollen dari sampel madu yang diuji. Untuk jenis bunga linden dan akadia, prosentasenya tidak boleh kurang dari 30%, sedangkan untuk bunga lavender prosentasenya tidak boleh kurang dari 15%.

Disiplin ilmu yang secara khusus mempelajari pollen madu dinamakan Melissopalynology. Secara umum, melissopalynology digunakan untuk memerangi penipuan dan pelabelan madu yang tidak akurat. Dengan mempelajari nektar dari sampel madu yang diuji, cara ini memungkinkan untuk mendapatkan bukti lokasi geografis dan genus dari tanaman yang lebah madu hinggapi, meskipun dalam madu juga terdapat nektar di udara dari tanaman anemophilous, spora, dan debu yang diakibatkan gaya tarik muatan elektrostatik lebah.

Madu polifloral mengandung berbagai nektar bunga dari berbagai jenis tanaman yang mekar secara bersamaan (bunga, rumput-rumputan, tanaman buah, tanaman pakan ternak, tanaman pohon, dan berbagai jenis tanaman melliferous lainnya).

Di wilayah yang berbukit dan bergunung-gunung, madu polifloral lah yang paling banyak diproduksi. Sedang madu monofloral lebih banyak diproduksi di dataran rendah dimana tanaman bunga tertentu ditanam di area yang luas. Madu monofloral ini diproduksi pada bulan-bulan tertentu.

Secara global ada banyak jenis madu monofloral (jumlahnya mencapai ratusan jenis). Ada yang mengatakan madu itu seperti wine. Hanya penikmat sejatinya yang bisa mengetahui rasa dan aroma dari tiap-tiap jenis madu. Beberapa orang lebih memilih madu polifloral karena semakin banyak kandungan pollen dari berbagai jenis tanaman meningkat komplekstifitas kandungan nutrisi dalam satu sendok madu. Sebagian lebih memilih madu monofloral dengan alasan rasa, efek kesehatan, dan lain lain.

Hal yang paling menarik dari jenis madu polifloral adalah keunikannya. Setiap sarang lebah mengumpulkan nektar dari berbagai macam tanaman bunga sehingga dua koloni lebah dalam peternakan yang sama, bisa menghasilkan dua jenis madu yang berbeda. Pada akhirnya kita akan memperoleh beberapa khasiat kesehatan, masing-masing dari komposisi yang berbeda, yang dengan tekun di ambil dari berbagai macam jenis bunga dan tanaman oleh "pekerja-pekerja" yang tidak kenal lelah dalam menjalankan tugasnya. Subhanallah 

Klasifikasi Berdasarkan Pengemasan dan Pemrosesan

Umumnya, madu dikemas dalam botol dalam bentuk cair. Tetapi, madu juga dikemas dan dijual dalam berbagai bentuk yang lain, dan diproses dengan metode yang bermacam-macam.

  • Madu kristal atau madu granulasi atau manisan madu adalah fenomena alami ketika madu berubah dari bentuk cair ke bentuk setengan padat dalam bentuk butiran-butiran halus. Setelah diekstrak dari sarang lebah, madu cenderung mengkristal lebih cepat dibanding ketika masih lilin pembungkus madu dalam sel sarang. Sering kali, madu yang mengkristal mendapat penilaian yang kurang dari konsumen. Madu jenis ini dianggap memiliki kualitas yang kurang baik, penyimpanan yang buruk, tidak alami dan madu palsu. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Madu yang tidak mengkristal setelah disimpan dalam jangka waktu yang lama, maka besar kemungkinan madu tersebut adalah palsu atau telah diencerkan.
  • Madu pasteurisasi. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan. Madu dipasteurisasi dengan cara dipanaskan dengan suhu sekitar 161 °C atau lebih. Proses pasteurisasi akan menghancurkan sel jamur. proses ini juga melarutkan mikrokristal dalam madu, yang akan memperlambat terjadinya pengkristalan. Tetapi, pemanasan dengan suhu terlalu tinggi akan merusak madu, meningkatkan level zat karsinogen bernama Hydroxymethylfurfural (HMF) serta menurunkan aktivitas enzim (misal diastase) dalam madu. Pemanasan juga mempengaruhi warna madu (mengakibatkan warna madu menjadi lebih gelap), rasa, dan aroma.
  • Raw honey adalah madu yang benar-benar asli dan mentah dari sumber asalnya. Mengapa disebut asli dan mentah? Karena setelah madu dipanen dari sarang lebah lewat proses ekstraksi dan penyaringan, madu tersebut langsung dikemas dan dipasarkan. Madu ini tidak mengalami proses pemanasan, pasteurisasi, dan pengolahan apapun. Raw honey masih mengandung sedikit serbuk sari dan sedikit lilin.
  • Madu saring adalah madu yang telah melewati proses penyaringan untuk menghilangkan partikel yang tidak diinginkan seperi butiran serbuk sari, gelembung udara, dan material-material lain yang ditemukan dalam cairan madu. Umumnya proses ini membutuhkan proses pemanasan madu pada suhu sekitar 66-77 C. Pemanasan ini dimaksudkan agar madu lebih mudah untuk disaring. Madu saring sangat bersih dan tidak mudah mengkristal dengan cepat, sehingga kemasan madu ini lebih dipilih untuk dipasarkan di supermarket.
  • Madu serbuk dipereloh yang dengan mengeringkan madu hingga benar-benar menjadi berbentuk butiran padat kering. Metodenya bisa berupa dipanaskan atau dengan menambahkan zat anticaking. Madu serbuk biasanya digunakan untuk makanan panggang atau sebagai garnis makanan pencuci mulut.
  • Comb honey adalah madu yang dipasarkan dikemas masih dalam potongan sarang lebah. Madu yang dijual dalam bentuk ini justru lebih mahal dibanding dengan madu yang telah disaring. Sarang lebah madu tersusun dari lilin berbentuk segi enam. lilin ini mengandung asam-lemak-rantai-panjang, dan alkohol-rantai-panjang atau ester. yang sangat baik menurunkan kolesterol jahat dan sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik. Madu yang disimpan beserta/masih dalam sarang lebah adalah bentuk madu yang paling murni.
  • Chunk honey adalah madu yang dipasarkan dalam wadah yang berisi satu atau lebih comb honey yang direndam dengan cairan madu yang telah diekstrak .

Официален блог на WebEKM EKM очаквайте сайта онлайн скоро.

Download Free Templates http://bigtheme.net/ free full Wordpress, Joomla, Mgento - premium themes.

Website ini hanya bersifat informasinal dan tidak dimaksudkan mendiagnosis,
merawat, atau mencegah penyakit atau kondisi medis apapun. Sebelum
menggunkan bahan-bahan untuk pengobatan alami, disarankan untuk
untuk berkonsultasi dengan petugas medis profesional berlisensi.

Copyright © 2017 thibbun-nabawi.com

Powered by Warp Theme Framework
KLASIFIKASI MADU